Mata Air Ciburial

Sumber mata air Ciburial terletak di wilayah RT 01 RW 06 Desa Sukalaksana Kecamatan Samarang Kabupaten Garut. Mata air ini merupakan salahsatu dari tujuh mata air yang ada di lokasi tersebut dan dianggap sebagai mata air paling kecil, namun keberadaannya menjadi satu-satunya yang tersisa karena mata air yang lainnya telah hilang akibat alih fungsi lahan menjadi areal pertanian.

Ciburial dapat dikatakan sebagai situs yang menjadi bagian dari sejarah Desa Sukalaksana dan sekitarnya. Lokasi yang saat ini digunakan sebagai gerbang desa wisata di Desa Sukalaksana tersebut dahulu merupakan sebuah situ (danau) yang airnya berasal dari tujuh mata air dengan nama Situ Waluran, sehingga di beberapa tempat nama situ masih disematkan seperti kampung Situ Pangulaan, Sirah Situ, dan Situ Waluran itu sendiri.

Berbagai cerita atau folklor berupa mitos dan legenda masih berkembang di masyarakat mengiringi keberadaan situs mata air tersebut. Salahsatu legenda yang berkembang sampai saat ini yaitu tentang kepercayaan warga mengenai sebuah negeri tak kasat mata sebagai penguasa wilayah yang menjadi symbol kesuburan serta kesejahteraan bagi semua makhluk yang ada di sekitarnya. Dalam cerita lainnya disebutkan bahwa tujuh mata air, khususnya mata air terbesar yang disebut Cigembor mempunyai kisah mistis dengan suara gemuruh air yang muncul dan ikan-ikan ajaib yang dipercayai dapat menyeberangi daratan dan perbukitan di sekitarnya untuk sekedar berpindah tempat, diantaranya menuju Situ Sampireun yang saat ini telah dikembangkan menjadi salahsatu destinasi wisata dan hotel terkemuka di Garut.

 

Munculnya berbagai kepercayaan dan aturan tidak tertulis yang terus diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya, seperti adanya ‘kapamalian’ atau pantangan turut berperan dalam upaya pelestarian dan perlindungan lokasi tersebut dari berbagai rongrongan perilaku kurang baik, sehingga tetap terjaganya keseimbangan alam serta kearifan lokal yang hidup karenanya. Turut melengkapi berbagai cerita yang berkembang, sebuah mitos tentang adanya khasiat dibalik aliran mata air tersebut diantaranya adalah tentang rahasia awet muda telah mendorong pihak-pihak yang masih meyakininya untuk mewujudkan keyakinannya dalam berbagai bentuk ritual atau pembiasaan. Air dari mata air Ciburial juga menjadi salahsatu yang diikutsertakan dalam sebuah tradisi yang digelar oleh Disparbud Kabupaten Garut, yaitu ‘Kawin Cai’ yang berupa prosesi menggabungkan air dari 7 mata air dari berbagai ‘Kabuyutan’ dan ‘Kampung Adat’ yang tersebar di wilayah Kabupaten Garut.

Mata air yang sering diistilahkan dalam bahasa Sunda sebagai ‘Cinyusu’ atau ‘Cikahuripan’ sangat erat dengan filosofi keberkahan, sehingga tidaklah berlebihan jika ‘Mata Air Ciburial’ saat ini dijadikan sebagai ikon atau branding desa wisata yang dikembangkan di Desa Sukalaksana. Filosofi mata air yang akan terus mengalirkan berkah bagi segenap warga menjadi sebuah doa dan harapan yang disematkan dalam rangkaian program yang digulirkan melalui kegiatan Desa Wisata Saung Ciburial.